Sejarawan Inggris Samakan Al-Qur'an Dengan Karya Shakespeare
Written by adminweb    Wednesday, 08 June 2011 08:20    PDF Print E-mail

London-Muntadanews- Simon Schama, sejarawan yang juga penyair asal Inggris dengan lantang menyerang Islam secara terbuka. Ia menyebut kepercayaan Muslim terhadap Alquran merupakan hal yang menyedihkan.

"Apakah saya membaca Alquran? Tentu saja tidak. Saya sempat membaca sekilas, tapi bisa saya katakan kepada anda bahwa saya seolah membaca bait Shakespeare," ungkapnya sok tahu pada penonton Telegraph Hay Festival, Senin (6/6/2011).

Schama berpendapat Alquran dari beberapa hal memiliki sisi waras, penyayang dan welas asih. Namun, pada bagian lain, kepatuhan yang ketat begitu bertentangan dengan masyarakat modern.

"Saya rasa bait dari kitab perjanjian lama benar-benar luar biasa. Islam, yang saya mengerti, berarti penyerahan. Ada semacam keharusan dalam Alquran," komentar dia.

Menurut Schama, dalam kitab Ibrani umat bisa berdebat dengan Allah. Sementara Alquran tidak bisa demikian. Alquran memiliki kelembutan yang tidak bisa dikombinasikan dengan penguasaan debat.

"Siapa pun yang memegang buku berdasarkan wahyu sebagai hukum mutlak dalam membangun masyarakat sipil adalah menyedihkan," ujarnya.

sumber: Suara Islam