Saat menang, bertasbih dan beristigfarlah!
Written by adminweb    Monday, 06 June 2011 22:08    PDF Print E-mail

Sahabat Al Quran yang dimuliakan Allah..

Kali ini kita akan coba mentadabburi bersama satu buah surat pendek, yang kita sangat akrab dengannya. Hampir semua yang mengakses tulisan ini,sangat mungkin sering berinteraksi dengan surat kemenangan ini. Saking seringnya, diantara kita sudah mahir melafazkan ayat demi ayat tanpa melihat Mushaf. Surat Kemenangan, Surat Pertolongan, Surat Kesuksesan.  Surat An Nasr yang terdapat di dalam juz 30 yang merupakan salah satu surat di juz amma yang merupakan surat tipe madaniyah.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ 
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا 
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا 

1.Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,2. Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat

Tatkala anda baca ayat ini, perasaan apa yang anda rasakan ? Bisa jadi perasaan kita berbeda beda sesuai  dengan keadaan yang kita alami. Perasaan seseorang yang sedang merindukan pertolongan allah, tentu saja akan merasa lebih yakin dan optimis kalau Allah akan mendatangkan pertolongan dan kemenangan kepada hamba Nya. Rasa putus asa akan hilang, karena merasakan betapa kuat janji allah kepada orang orang beriman. Perasaan seseorang yang sudah mendapat kemenangan dan kesuksesan, boleh jadi akan merasakan perasaan yang berbeda. Ia akan merasa khawatir jika sekiranya kemenangan atau kesuksesan yang diraihnya, akan membuat dirinya lupa daratan. Ia akan tersadar, ternyata kesuksesan dan kemenangan yang diraihnya adalah semata mata karena pertolongan Allah. Sekuat apapun usaha seseorang, tanpa pertolongan Allah, sia sia hasilnya.

Itulah sebagian nilai tarbawi yang bisa kita ambil dari surat kemenangan yang Allah sampaikan. Setidaknya hasil inspirasi dari tadabbur ayat ini, bisa kita ambil beberapa pelajaran diantaranya :

1.       Hakikat kemenangan sejati

Sahabat Al Quran yang dahsyat, apa makna kemenangan bagi kita? Tatkala kita berhasil meraih prestasi apapun dalam hidup kita, begitulah kemenangan versi kita.  Kita hidup pasti mendamba kemenangan dan kesuksesan. Kemenangan cara kita, berbeda beda. Lalu Allah ingin mengajarkan kita, bagaimana kemenangan yang sesungguhnya. Kemenangan individual berbeda dengan kemenangan kolektif. Yang dinamakan kemenangan sejati adalah, saat kita menjadikan orang orang lain ikut merasakan kemenangan dan keberhasilan kita. Tidak individual, mau menang sendiri, tak peduli bagaimana yang lain. Kita bisa lihat di balik rahasia kemenangan rasulullah SAW. Kemenangan bagi beliau, adalah saat manisnya menyaksikan berbondong bondong masuk kedalam Agamanya. Saat keindahan Islam bisa dirasakan bersama oleh orang selainnya, itulah kemenangan. Disaat kesuksesan bisa dirasakan pula oleh orang orang di sekeliling kita. Itulah kemenangan dan kesuksesan sejati.

 

2.       Sifat orang yang menang

Surat ini mengarahkan kita bagaimana bersikap setelah kita mendapatkan pertolongan Allah untuk meraih kemenangan dan kesuksesan. Tak jarang diantara kita yang merasa bangga akibat mabuk kemenangan. Terlena karena kesenangan meraih kesuksesan. Hal ini merupakan celah yang sulit dihindari oleh siapapun. Dari semua hal ini, sifat pemenang sejati adalah selalu mengingat siapa yang memberi kemenangan. Dengan memuji muji Dia yang maha memberi kemenangan. Bertasbih, adalah sebuah karakter pemenang sesungguhnya. Ia puji tuhannya. Ia ingat ingat betul karunia pertolongannya. Jika kemenangan dan kesuksesan itu melenakan dan memabukkan dirinya, ia lupa untuk memuji Rabbnya. Maka, ia beristigfar kepada Nya. Minta ampun atas keterlenaan dirinya saat meraih kemenangan, merasa bangga bahkan merasa kemenangan itu adalah buah kerja kerasnya semata. Ia minta ampun atas sikapnya yang kurang ajar. Cara dia memuji dan bagaimana dia memuji tidak mencerminkan sebagai seorang hamba. Terlebih, saat dia telah ditolong oleh Allah, justru ia tak juga tergerak untuk memujiNya. 

 

3.       Bertaubatlah, apapun kondisi kita

Biasanya, tatkala manusia berada dipuncak kemenangan dan kesuksesan, kecenderungan untuk melupakan Allah SWT begitu besar. Tak jarang diantara kita yang justru terjatuh disaat posisi kita berada di atas. Sukses, menang, berhasil, justru melemahkan hubungan kita kepada Nya. Alangkah asyiknya posisi itu sehingga membuat kita terlena. Kondisi inilah yang menjadikan kemenangan akan berbuah malapetaka. Karena tidak ada malapetaka yang lebih besar yang kita terima melainkan saat kita menjadi jauh dan lupa kepada Allah SWT. Untuk itu, bertaubatlah, apapun kondisi kita. Saat kita belum meraih kemenangan, terlebih saat kemenangan datang.

 

Inspirasi dari FI ZILALIL QURAN

Abu abdillah basfar

 

 

Last Updated ( Monday, 06 June 2011 22:06 )