|
Muntadaquran.net - Muhammad Ibnu Jauzi pantas bangga. Itu karena ia tak pernah membayangkan bakal memberi kebanggaan buat pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), lembaga yang diwakilinya dalam Muhasabah Tilawatil Quran dan Hadist tingkat nasional di Jakarta.
Tidak terbersit dibenaknya menjadi juara. Dalam muhasabah itu, ia hanya berusaha melakukan yang terbaik dengan semaksimal mungkin. Upaya tersebut ternyata membuahkan hasil. Ibnu Jauzi meraih predikat terbaik pertama dalam cabang hafalan hadist.
Dia menyadari, menghafal hadist bukan hal mudah. Selain faktor kesulitan yang terdapat pada nama tokoh dalam sanad, dabit atau kecermatan dalam menghafal matan, redaksi hadist pun mejadi syarat utama. Tetapi, semua tantangan itu terselesaikan asal ada kemauan dan usaha kuat. "Tak ada yang tak mungkin selama kita mau," ucapnya.
Siswa kelas dua Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hakim ini mengaku persiapan mengikuti lomba dilakukan selama tiga bulan. Atas dukungan berbagai pihak, terutama orang tua, dengan azam yang bulat, sebanyak 500 hadist berhasil ia hafal.Sebanyak 400 hadist dihafal tanpa sanad, 100 hadist sisanya ia hafal lengkap dengan sanadnya.
Sebagaimana siswa seusianya, Ibnu Jauzi juga kerap menghadapi persoalan klise : rasa malas dan jenuh. Tetapi, persoalan itu bisa ia atasi. Kuncinya, kata dia, terdapat pada keinginan bulat untuk mensyiarkan hadis-hadis nabi.
"Saya senang bersyukur atas prestasi ini," ujar remaja yang bercita-cita melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, ini.
Hal yang sama dialami pemenang pertama golongan hafalan 30 Juz Quran, KHoirul Anwar. Putra asli Betawi ini mengatakan siapapun dan di daerah manapun bisa menghafal AlQuran.
Letak geografis tidak mempengaruhi orang untuk menghafal Alquran. Setidaknya, hal itu telah ia buktikan. Khoirul berhasil menghafal AlQuran pada usianya yang ke-16 tahun di Ma'had Al Hikmah, Kemang, Jakarta Selatan.
Kata orang, Jakarta biang segala kemaksiatan bercokol. Namun, bagi Khoirul, kesan itu hanya stigma. "selama berusaha dan berdoa, pasti dimudahkan," kata utusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), Jakarta ini.
Khoirul berharap generasi muda Islam dapat terinspirasi. Geliat Jakarta sebagai metropolitan semestinya tidak lantas melunturkan ghirah keagamaan, terutama untuk menjaga dan mengamalkan AlQuran.
Daftar Lengkap Pemenang Lomba Muhasabah Hafalan Qur'an dan Hadist.
Golongan 30 Juz : Terbaik I : Khoirul Anwar, LIPIA Jakarta Terbaik II : Muhammad Surur, LPTQ Jakarta. Terbaik III : Moh. Salim Ghazali
Golongan 20 Juz : Terbaik I : Agus Nur Qowim, Masjid Agung Al Azhar Jakarta Terbaik II : Arya Bima Setia Laksana, LIPIA Jakarta. TErbaik III : Eko Taqiyudin, LTTQ PTIQ Jakarta.
Golongan 15 Juz : Terbaik I : Aulia Rahman Iskandar, Kafila International Islamic School Jakarta. Terbaik II : Kasyfun Nazir, Masjid Agung Al Azhar Jakarta Terbaik III : Hajar Aswad, Ponpes Bina Madani, Bogor Jabar.
Golongan 10 Juz : Terbaik I : Deden Bahroni, Ponpes Mazra'atul Mu'minin, Serang, Banten. Terbaik II : Akhmad Azhari Batubara, Akademi dakwah As Sunnah, Seli Serdang, SUMUT. Terbaik III : Muhammad Rizki, Ponpes Darul Quran, Bogor, Jabar.
Hafalan Hadist : Terbaik I : Muhammad Ibnu Jauzi, Ponpes Nurul Hakim, Lombok Barat, NTB. Terbaik II : Muhammad Zuhdi, Ponpes Al Irysad Al Islamy, Semarang, Jateng. Terbaik III : Arya Widaya Darma, Ma'had Quran Abu Bakar As Shiddiq, Demak, Jateng.
(islamedia/the)
|