| Ahlul Quran | ||||
|
|
Pertama : Ahlul Quran disiapkan untuk menjadi pembawa risalah Al-Quran untuk mewujudkan kedudukan yang sebenarnya sebagai Ahlul Quran yang Allah berikan kedudukan khusus di sisi Allah SWT. Dia akan tinggikan kedudukan mereka dia atas kedudukan manusia pada umumnya. إِنَّ ِللهِ أَهْلِيْنَ مِنَ النَّاسِ، وَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ : "هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَآصَّتُه". “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga diantara manusia”. Para sahabat bertanya : “siapakah mereka wahai rasulullah ?”. Beliau menjawab : “Mereka adalah Ahlul Quran, mereka keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya”. (HR. Ahmad) Untuk mewujudkan akhlakul karimah sebagai Ahlul Quran ini tentunya tidak lain hanya dengan mengikuti Rasulullah SAW. Karena beliau adalah contoh dan yang paling terdepan sebagai keluarga Allah orang khusus-Nya. Ahlul Quran adalah orang-orang khusus pengemban amanah risalah Al-Quran, kedudukam mulia ini lantaran mereka mau mempelajari Al-Quran, mengajarkan, menghafalkan, memamahi, mengamalkan, memasyarakatkan serta menjadikan Al-Quran sebagai pedoman selama hidupnya. Al-Quran selalu menjadi imam dalam ibadah, muamalah mereka. Akhlak mereka mulia karena mulianya Al-Quran Karena mereka mengharapkan pahala dan ganjaran dari Allah SWT. Kedua : Ahlul Quran harus menjadi qudwah (teladan) untuk manusia lainnya. Allah SWT menciptakan manusia dan juga menyiapkan qudwah yang selalu hidup untuk menjadi contoh dalam mengamalkan Al-Quran. Qudwah yang selalu memiliki komitmen tinggi untuk terus berpegang kepada petunjuk Al-Quran. Karena Rasulullah SAW diutus untuk menjadi ‘penerjemah’ hakikat Al-Quran, syariat dan adab-adabnya baik dalam ibadah, muamalah, akhlak dan lain sebagainya. Saat Sa’ad bin Hisyam bertanya kepada ibunda Aisyah tentang akhlak Nabi SAW, Aisyah menjawab dengan kalimat yang singkat namun sarat dengan makna : "أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ؟ فَإِنَّ خُلُقَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ الْقُرْآن. “Bukankah kamu membaca Al-Quran? Sesungguhnya Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Quran”. (HR. Muslim) Ketiga : Pandangan manusia kepada Ahlul Quran Pembawa risalah Al-Quran apabila menjadikan Rasulullah SAW sebagai qudwahnya, maka bila ia akan berjalan sejalan dengan sunnahnya, tumbuh di atas hidangan Al-Quran, meneguk siraman kalamullah, baik berupa hafalan, bacaan yang baik, pemahaman dan pengamalan Al-Quran, maka manusia akan memandang para Ahlul Quran dengan pandangan yang berbeda tidak seperti memandang orang lain. Karena para Ahlul Quran adalah potret yang baik yang bisa dilihat darinya akhlak Al-Quran. Dari mereka akan terus Nampak prilaku mulia yang akan menjadi inspirasi setiap orang yang memandangnya. Bila seorang Ahlul Quran memiliki akhlak yang baik, maka ini adalah tanda dari sempurnanya keimanan seorang Mukmin. "أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ ُخُلُقًا". “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”. (HR. Abu Daud) Ya Allah sayangi kami dengan Al-Quran, jadikan dia imam, cahaya, petunjuk dan rahmat”. Amin |
| Last Updated ( Tuesday, 02 March 2010 23:25 ) |












Bagi para pecinta Al-Quran dan pengunjung muntadaquran.net yang ingin berkontribusi untuk pengembangan Yayasan Muntada Ahlil Quran, silahkan salurkan donasi anda ke :


Berhias dengan akhlakul karimah serta adab-adab yang baik bagi seorang Muslim, secara umum, dalam pandangan Islam memiliki kedudukan dan perhatian yang amat mulia, terlebih bagi bagi mereka yang menyadang ‘gelar’ pembawa risalah Al-Quran dan para pembelajarnya. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penyandang ‘gelar’ Ahlul Qur’an.