Yang Kualami ketika menghafal al-Qur'an dulu
Written by Administrator    Tuesday, 03 November 2009 13:41    PDF Print E-mail

Dulu sebelum menghafal al-Qur'an, saya dibuat penasaran oleh para huffaz (penghafal al-Qur'an 30 juz) yang rajin sekali mengulang-ngulang hafalannya. Tidak di mana-mana lidahnya selalu saja basah dengan zikrullah dengan membaca ayat-ayat Allah swt.

Saya jadi teringat dengan surat al-Hijr ayat 15 bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur'an dan Dia pulalah yang akan  menjaganya. Termasuk di antaranya adalah dengan cara menjaga al-Qur'an ini dengan cara-Nya sendiri meski sebagian besar manusia tidak menyukainya.

Yang membuat saya penasaran ketika melihat para huffaz adalah selalu membaca siang dan malam. Dalam kesendirian dan bersama ayat-ayat-Nya. Kadang makan lupa, kadang tidurpun harus dikorbankan dan kadang juga aktvitas yang kurang perlu mesti ditinggalkan sejenak.

Sungguh, menjaga al-Qur'an berbeda dengan menjaga kitab apapun di atas dunia ini. Itu karena al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi sampai akhir zaman. Tapi sayangnya, tidak sedikit orang yang mencuekkannya dengan cara tidak rajin membacanya apalagi menghafalkan dan mengamalkan ayat-ayat-Nya..

Setidaknya yang saya rasakan ketika mulai menghafal al-Qur'an adalah:

1. Lidahnya yang selalu basah dengan zikrullah. Ini sesuai dengan sabda nabi SAW:

"Hendaklah lisanmu basah dengan banyak zikir kepada-Nya."(HR. Muslim)

Dan memperbanyak tilawah al-Qur'an merupakan salah satu bentuk zikir yang membuat tenang hati si pembacanya.

2. Ketika membaca al-Qur'an, Allah akan membawa kita kepada hakikat penghayatan dan keinginan untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang hakikat perintah dan larangan-Nya. Bagaimana mungkin kita bisa takwa dengan melakukan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya jika saja perintah dan larangan itu tidak pernah kita pahami dan kita renungkan melalui zikir al-Qur'an ini. Sungguh, ini adalah zikrullah yang terbesar bagi seorang muslim.

"Dan zikir mengingat Allah itu adalah yang lebih besar."(Qs al-Ankabut: 45)

3. Membaca al-Qur'an secara rutin bisa meningkatkan suasana ruhiyyah (spiritualitas) kita. Pernahkah anda membayangkan bahwa ibadah yang anda lakukan itu memotivasi diri dan meningkatkan semangat untuk mengatasi persoalan hidup?? Pasti banyak yang tidak mengakui. Entah itu karena kurang memahami makna ibadah yang dilakukan ataukah hanya sekedar melakukannya sebagai gugur kewajiban saja, bukan kebutuhan?!

4. Ketika saya menghafal dan mengulang-ulang hafalan dengan khusyu dan penuh penghayatan mendalam, maka seakan resapan mukjizat Allah itu mengalir dari peradaran darah dan bibir yang basah karenanya. Yang jelas ini kembali kepada kepahaman dan hati yang kondusif ketika membacanya.

5. Saat membacanya, saya begitu teringat sekali tentang penjagaan Allah dalam sebuah hadits shohih yang dikutip dalam riyadhushsholihin ketika menasehati seorang anak kecil:

"Hai ghulam, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Dia niscaya engkau akan menjumpai-Nya ada di hadapanmu..."

6. Keistimewaan yang tidak akan pernah lekang sepanjang hayat.

Dulu, seorang mantan guruku pernah bilang: "Jika orang bisa memiliki sederet prestasi dengan piala yang diperolehnya, maka itu hanya pada saat itu saja ia rasakan ketika disebut sebagai pahlawan, pemenang atau sang juara. Tapi setelah itu ketika dia sudah lanjut usia, seakan-akan semua prestasi itu sirna dan hanya tinggal sebuah kenangan. Beda dengan penghafal al-Qur'an. Ketika dia menyelesaikan hafalannya, maka mulai saat itulah dirinya direcog (dilantik) dan apa yang Allah janjikan padanya sudah berada di genggamannya. Ayat-ayat itu akan selalu bersamanya di mana dan kapanpun sampai maut menjemput. Bahkan tidak dibatasi oleh kematian saja tapi sampai di akhirat nanti dengan perintah untuk membacanya lagi sebanyak yang dihafal menaiki tangga derajat indah menuju surga.

Kalau di dunia, ia bisa menggunakan hafalannya itu sebagai wirid, hiburan hati, penegur jiwa, pemotivasi dan penjaga dirinya dari semua godaan syetan.

Dan banyak lagi keutamaan-keutamaan lain yang saya rasakan ketika menghafal al-Qur'an dulu dan berkenalan dengan para huffaz.

Semoga memberi motivasi untuk selalu bersemangat menghafal al-Qur'an.

Wallahu a'lam

(hidayatullah)

 

Last Updated ( Tuesday, 03 November 2009 15:03 )
 

Comments  

 
0 #6 wendra 2011-08-15 23:50
semoga allah menetapkan kita sbg pemelihara al quran
Quote
 
 
0 #5 wendra 2011-08-15 23:49
semoga saya turut serta dalam menjaga alquran
Quote
 
 
0 #4 sofian 2010-06-17 10:22
jazakalloh atas tulisannya..
sangat memberikan semangat untuk mulai lagi..
semoga Alloh memudahkan kita menjadi huffaz..

Aamiin yaa Rabb
Quote
 
 
+1 #3 Dedi Pardiansyah 2010-03-10 10:58
Subhanallahu.
Ya Rabb mudahkanlah kami untuk menjadi seorang haffizulquran. Amin.

Note :
Koq ada istilah "Mantan Guru" ustadz.?
Quote
 
 
0 #2 Habibi Choliq 2009-11-24 09:32
subhanallah, betapa indahnya bila hidayah senantiasa mengisi hari2 kita.tanpa hidayah pekerjaan ringan jadi berat sebaliknya pekerjaan berat jadi malapetaka. sungguh aku berharap hidayah ada padamu ya akhy mahbub hidayatullah.terus semangat menghafal al-quran, di belakangmu aku mengikuti m oga2 kita dikumpulkan bersama huffadz al quran al mutqin wal maqbulin.amin
Quote
 
 
0 #1 kasmian 2009-11-17 09:13
subhanallah, . .semoga Allah memudahkan dan memberi penjagaan pada hafalan ayat-ayat Allah ini
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh