Yang Kukagumi Dari Guru (Al-Qur'an) ku...
Written by Administrator    Friday, 03 July 2009 05:56    PDF Print E-mail

Saya memilik seorang guru Al-Qur'an, Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf namanya. Mungkin sebagian teman-teman pembaca sudah pernah mendengar dan mengenalnya..

Beliau ini adalah orang yang telah memberikan pengaruh besar dalam hidup saya. Sejak mengenalnya tahun 1991 sampai 1995, beliau telah meninggalkan banyak kesan dan pesan yang tak terlupakan pada diri saya..

Beliau itu orangnya kalem, sabar, ulet dan penuh mobilitas.
Satu hal yang saya kagumi dari beliau adalah ketekunannya dalam memperjuangkan sebuah cita-cita..

Selain itu yang paling saya kagumi juga dari beliau adalah selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai labuhan utama dan benteng pertahanan terakhir ketika ditimpa musibah...(karena beliau pakar Al-Qur'an, di samping hafal 30 juz)

Pernah suatu ketika beliau cerita, bahwa suatu hari beliau berdiam diri di sebuah masjid untuk menghabiskan waktunya seharian penuh di situ. Kemudian ada orang bingung dan bergumam: "hhmmm, ini kenapa orang dari tadi, ngaji melulu, apa gak ada aktivitas lain."? tanyanya dalam keheranan.

Beliau bilang ke saya: "Orang itu gak tahu, saya ini baca Al-Qur'an sepanjang waktu hanya karena ingin menghibur diri dari masalah yang sedang melilit saya."(Wallahu a'lam apa masalah yang sedang beliau alami waktu itu, tapi yang jelas berat lah)

Yang menjadi kesan mendalam di sini adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai penghibur ketika harus menghadapi tantangan hidup. Dan ini sebenarnya yang disarankan Rasulullah saw jauh-jauh hari kepada umatnya ketika ujian dan masalah datang menghampiri..

"Ya Allah, jadikanlah (bacaan dan isi) Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelipur laraku dan pelenyap kegundahanku.."(doa nabi tentang Al-Qur'an)


Lalu, sejauh manakah kita, umatnya menyikapi Al-Qur'an dalam hidup ini?!
Sudahkan kita menjadikannya sebagai solusi atas berbagai masalah yang merundung kita?!
Sudahkah kita 'curhat' dengan ayat-ayatnya dalam menghadapi segala persoalan yang menghimpit??

Mari tengok kembali, seberapa besar porsi Al-Qur'an pada diri kita masing-masing..?!

Wallahu a'lam...(Hidayatullah Hamim Effendi)

(Tulisan ini juga bisa dibaca di www.taufikhamim.com)

Last Updated ( Friday, 03 July 2009 06:00 )
 

Add comment


Security code
Refresh