Ketika Aroma Kiamat Kubro Menegur Manusia
Written by Administrator    Tuesday, 10 November 2009 17:02    PDF Print E-mail

Ketika Aroma Kiamat Kubro Menegur Manusia

Gempa bumi selalu mengguncang bumi pertiwi Indonesia yang mayoritas populasinya Muslim..Untuk yang kesekian kali, korban jatuh dalam jumlah yang tidak sedikit..Duka, pilu, sedih dan pasrah atas cobaan ini mewarnai hidup mereka dan juga kita.

Kita, baik yang mengalami langsung peristiwa alam tersebut, kita yang hanya bisa menyaksikan, menonton di Televisi atau baca di media cetak, atau mendengar saja, patut berpikir dan merenung, ada apa dengan diri dan bangsa kita ini? Apa dosa-dosa akbar yang pernah kita lakukan???

Ulama demikian banyak, kaum muslimin terbanyak, masjid di mana-mana sebagai simbol ibadah dan agama mulia, muslim sebagai identitas agung. Tapi malah musibah gempa ataupun yang lainnya seakan tidak henti-hentinya menghantam dan menimpa kita..Innaa lillahi....What Happen about Indonesia??

Sungguh kita harus berpikir dan berpikir, kemudian kembali kepada Sang Pemberi Cobaan ini dengan istighfar, taubat dan memperbaiki diri ke arah kebaikan hakiki.
Jangan lagi ada dusta antara diri kita dengan Tuhan. Karena sungguh, sangat hina jika itu terjadi. Karena Allah maha mengetahui isi hati hamba-hamba-Nya dan isi hati alam semesta yang amat luas ini.

Gempa,...korban yang wafat secara mengenaskan, tangis dan duka, darah tercecer yang menyayat-nyayat perasaan jiwa, Skala Ricther, Tsunami, reruntuhan ramai diekspos..Di Sameo, samudra Atlantik, topan di Thailand ataupun di Sumatra tempo hari dsb. Sungguh, gambaran sebuah peristiwa akhir zaman yang amat menakutkan itu..Mungkin ini baru setitik kejadian pilu di antara alamat atau tanda Kiamat Kubro yang semakin dekat itu...

Ya, gempa termasuk salah satu kedahsyatan permulaan yang mengawali hancurnya dunia ini kelak..Silahkan baca Qs al-Zalzalah dan Qs al-Hajj: 1

Mudah-mudahan, kita manusia semakin sadar akan hikmah di balik semua cobaan Allah ini dan kembali kepada-Nya dengan memperbanyak sujud, taubat, istighfar dan insyaf dari segala dosa yang berlumuran..Baik di hati yang sudah suci sekalipun setelah berpisah dengan Ramadhan ataupun hati yang masih kotor.. wallahu a’lam

(Hidayatullah)