12. Waktu Shalat Malam Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam
Written by Administrator    Monday, 02 November 2009 06:33    PDF Print E-mail
Yang pasti, dan ini adalah sunnah, Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam tidak pernah mengerjakan shalat tahajjud semalaman, atau menghabiskan seluruh malamnya untuk shalat. Tidak seperti yang biasa dilakukan oleh sebagian orang-orang yang berlebih-lebihan dalam ibadahnya, dimana mereka habiskan semalaman suntuk shalat tahajjud. Justru ini tidak nyunnah dan memberati diri sendiri.

Dalam hadits disebutkan, bahwa Nabi shalat tahajjud hanya di sebagian malam saja, tidak seluruhnya. Terkadang beliau shalat di akhir malam, terkadang di pertengahan malam, dan terkadang juga di awal malam.

Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata,

“Kapan pun kami ingin melihat beliau shalat malam, niscaya kami akan melihatnya. Dan kapan pun kami ingin melihat beliau tidur, pasti kami juga akan melihatnya.” (HR Ahmad)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Tidak ada waktu tertentu dalam shalat tahajjud Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam. Beliau mengerjakannya kapapn pun beliau merasa ringan untuk melakukannya.”

Namun ada hadits lain yang lebih spesifik dari hadits di atas. Di mana beliau mengerjakan shalat tahajjud di akhir malam. Dan ini adalah waktu yang paling utama menurut jumhur ulama.

“Dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwasanya Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam biasa tidur di awal malam dan bangun di akhir malam, lalu beliau shalat.” (Muttafaq Alaihi)

Kesimpulannya, Nabi biasa mengerjakan shalat malam kapan pun beliau mau. Bisa di awal malam, di pertengahan malam, ataupun di akhir malam. Bahkan sesaat sebelum subuh pun sekiranya beliau belum menutup shalat malamnya dengan witir, beliau menyempatkan shalat witir. Yang jelas, orang yang shalat malam, sekalipun hanya dua rakaat, lebih baik dari pada orang yang tidak shalat malam.

Termasuk, sekiranya seseorang takut tidak dapat bangun malam, dia boleh mengerjakannya sebelum tidur. Karena Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam pernah berpesan demikian kepada beberapa sahabat, seperti Abu Hurairah dan Abu Darda’, agar shalat malam terlebih dahulu sebelum tidur, jika khawatir tidak dapat bangun pada malam harinya.

Sumber: 160 Kebiasaan Nabi Saw. 352
Last Updated ( Sunday, 15 November 2009 16:10 )
 

Add comment


Security code
Refresh